Informatif

*_* selamat datang kembali di blogkita *_* nikmati berbagai artikel menarik dan inspiratif *_* terima kasih telah berkunjung *_* salam sukses selalu *_*

Tampilkan postingan dengan label faktor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label faktor. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Loyalitas dan Totalitas

Loyalitas bagi seorang profesional memberikan petunjuk bahwa dalam melakukan pekerjaannya, ia bersikap total. Artinya, apapun yang ia kerjakan didasari oleh rasa cinta. Seorang professional memiliki suatu prinsip hidup bahwa apa yang dikerjakannya bukanlah suatu beban, tapi merupakan panggilan hidup. Maka, tak berlebihan bila mereka bekerja sungguh-sungguh.

Loyalitas bagi seorang profesional akan memberikan daya dan kekuatan untuk berkembang dan selalu mencari hal-hal yang terbaik bagi pekerjaannya. Bagi seorang profesional, loyalitas ini akan menggerakkan dirinya untuk dapat melakukan apa saja yang sekiranya diperlukan dalam situasi kritis sesuai dengan batas-batas kewenangannya tanpa menunggu perintah terlebih dahulu. Dengan adanya loyalitas seorang professional akan selalu berpikir proaktif, yaitu selalu melakukan usaha-usaha antisipasi agar hal-hal yang fatal tidak terjadi. Sudah barang tentu tidak seorang pun menginginkan adanya gangguan yang bisa membahayakan semua yang telah dirancang dengan matang.  Di sinilah peran loyalitas amat signifikan dalam membentuk pola pikir yang proaktif sehingga faktor resiko dapat ditekan serendah mungkin. Dengan meminimalisir faktor resiko maka diharapkan realisasi dari rancangan yang telah disusun dapat berjalan lancar.

Menguasai Pekerjaan

Seseorang layak disebut profesional apabila ia tahu betul apa yang harus ia kerjakan. Pengetahuan terhadap pekerjaannya ini harus dapat dibuktikan dengan hasil yang dicapai. Dengan kata lain, seorang profesional tidak hanya pandai memainkan kata-kata secara teoritis, tapi juga harus mampu mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Ia memakai ukuran-ukuran yang jelas, apakah yang dikerjakannya itu berhasil atau tidak. Untuk menilai apakah seseorang menguasai pekerjaannya, dapat dilihat dari tiga hal yang pokok, yaitu bagaimana ia bekerja, bagaimana ia mengatasi persoalan, dan bagaimana ia akan menguasai hasil kerjanya.

Banyak faktor yang menentukan bagaimana seseorang bekerja. Namun yang paling dominan adalah kemampuan untuk menganalisa tingkat kesulitan pekerjaan yang akan dihadapi. Kemudian membandingkannya dengan sumber daya yang dimiliki. Dari situ seorang profesional akan dapat merumuskan formula yang tepat agar semuanya berjalan dengan efektif dan efisien serta menuai hasil yang memuaskan.

Seseorang yang menguasai pekerjaan akan tahu betul seluk beluk dan liku-liku pekerjaannya. Artinya, apa yang dikerjakannya tidak cuma setengah-setengah, tapi ia memang benar-benar mengerti apa yang ia kerjakan. Dengan begitu, maka seorang profesional akan menjadikan dirinya sebagai problem solver (pemecah persoalan), bukannya jadi trouble maker (pencipta masalah) bagi pekerjaannya.